Isnin, 22 Mac 2010

suasana CERIA majlis MAULID & SIRATUL-RAHIM PONDOK di BUKIT JONG , TERENGGANU










sihatceriacergas & the endaevour to achieve more...

pembangunan pondok dan masjid PONDOK PASIR PUTIH , KELANTAN












sesiapa ingin menderma pembangunan pondok dan masjid silalah masukan ke dalam akaun bank islam 13035010026351 ( madrashah ad'diniyah al'falahiah , pasr putih )

"Bila kita buka pondok bermakna kita sedang melahirkan beratus ulama, beratus khatib dan beratus-ratus tenaga pengajar"...T.G Hj Hasyim Pasir Tumboh.

Tidak akan miskin orang yang suka menderma/sedekah... Lihat seterusnya..

"Tidak akan berkurangan duit orang yang bersedekah"

(Hadis riwayat Imam Ahmad 1/193)


* gambar-gambar diatas projek pembangunan pondok dan masjid adalah hasil kurniaan dari ALLAH TAALA untuk pondok dan pelajar di pondok kg huma , bukit awang . pasir putih , kelantan

sedikit-demi sedikit dengan penuh sabar dan tawakal...insyaallah terbina jua masjid dan pusat pendidikan serta asrama yang baik.., insyaallah

" alway's be optimistic even in the eye's of a storm.."

* terimakasih kepada yang menderma dan membantu
.........................................................................


Di zaman Nabi Allah Sulaiman berlaku satu peristiwa, apabila Nabi Allah Sulaiman nampak seekor semut melata di atas batu; lantas Nabi Allah Sulaiman merasa hairan bagaimana semut ini hendak hidup di atas batu yang kering di tengah-tengah padang pasir yang tandus.

Nabi Allah Sulaiman pun bertanya kepada semut: " Wahai semut apakah engkau yakin ada makanan cukup untuk kamu".

Semut pun menjawab: "Rezeki di tangan ALLAH, aku percaya rezeki di tangan ALLAH, aku yakin di atas batu kering di padang pasir yang tandus ini ada rezeki untuk ku". Lantas Nabi Allah Sulaiman pun bertanya: " Wahai semut, berapa banyakkah engkau makan? Apakah yang engkau gemar makan? Dan banyak mana engkau makan dalam sebulan?"
Jawab semut: "Aku makan hanya sekadar sebiji gandum sebulan". Nabi Allah Sulaiman pun mencadangkan: "Kalau kamu makan hanya sebiji gandum sebulan tak payah kamu melata di atas batu, aku boleh tolong". Nabi Allah Sulaiman pun mengambil satu bekas, dia angkat semut itu dan dimasukkan ke dalam bekas; kemudian Nabi ambil gandum sebiji, dibubuh dalam bekas dan tutup bekas itu. Kemudian Nabi tinggal semut di dalam bekas dengan sebiji gandum selama satu bulan.

Bila cukup satu bulan Nabi Allah Sulaiman lihat gandum sebiji tadi hanyadimakan setengah sahaja oleh semut, lantas Nabi Allah Sulaiman menemplak semut: "Kamu rupanya berbohong pada aku!. Bulan lalu kamu kata kamu makan sebiji gandum sebulan, ini sudah sebulan tapi kamu makan setengah".

Jawab semut: "Aku tidak berbohong, aku tidak berbohong, kalau aku ada diatas batu aku pasti makan apapun sehingga banyaknya sama seperti sebiji gandum sebulan, kerana makanan itu aku cari sendiri dan rezeki itu datangnya daripada Allah dan Allah tidak pernah lupa padaku. Tetapi bila kamu masukkan aku dalam bekas yang tertutup, rezeki aku bergantung pada kamu dan aku tak percaya kepada kamu, sebab itulah aku makan setengah sahaja supaya tahan dua bulan. Aku takut kamu lupa".

Itulah Iman Semut!!

IMAN MANUSIA??

Di zaman Imam Suffian, ada seorang hamba Allah yang kerjanya mengorek kubur orang mati. Kerja korek kubur orang mati bukan kerja orang ganjil. Bila ada orang mati, mayat terpaksa ditanam, oleh itu kubur perlu digali dulu. Tetapi yang ganjil mengenai hamba Allah ini ialah dia tidak gali kubur untuk tanam mayat.

Sebaliknya apabila orang mati sudah ditanam, waris sudah lama balik ke rumah dan Munkar Nakir sudah menyoal, barulah penggali ini datang ke kubur untuk korek balik. Dia nak tengok macam mana rupa mayat setelah di INTERVIEW oleh Munkar Nakir. Dia korek 1 kubur, 2 kubur, 3 kubur, 10 kubur, 50 kubur sampai 100 kubur.

Lepas itu, penggali pergi kepada Imam Suffian dan bertanya kepadanya: "Ya Imam, kenapakah daripada 100 kubur orang Islam yang aku gali, dua sahaja yang mana mayat di dalamnya masih berhadap kiblat. Yang 98 lagi sudah beralih ke belakang?". Jawab Imam Suffian:" Di akhir zaman hanya 2 dari 100 umat Islam yang percaya rezeki itu di tangan Allah. 98 orang lagi tidak percaya bahawa rezeki di tangan Tuhan".

Itulah sebabnya apabila umat Islam tertekan dengan SOGOKAN duit yang banyak, biasanya,iman dia akan beralih. Nyatalah iman semut lebih kuat dari iman manusia.

Kata Saidina Ali kepada Kamil: " ILMU ITU LEBIH BAIK DARIPADA HARTA, ILMU MENJAGA ENGKAU DAN ENGKAU MENJAGA HARTA, ILMU MENJADI HAKIM, HARTA DIHAKIMKAN, HARTA BERKURANGAN APABILA DIBELANJAKAN DAN ILMU BERTAMBAH APABILA DIBELANJAKAN" .

Wallahulam.


sihatceriacergas & the endaevour to achieve more...

Selasa, 9 Mac 2010

membekal PERALATAN ELEKTRONIK ( LCD TV ) di PRODUCTION HOUSE of SUNWAY BATU CAVES



KETIKA DITIMPA MUSIBAH
Salam teman-teman,

Hidup di dunia ini adalah ujian. Setiap masa dan ketika ujian pasti akan datang. Ujian senang, ujian susah, ujian bala musibah dan macam-macam lagi.

Apabila musibah menimpa kita, maka kita harus segera mengambil sikap agar beban menjadi ringan bahkan menjadi rahmat. Kita tidak jadi orang hilang pedoman dan arah tuju......maki hamun, merepek, bertindak luar batasan syariat dan lain-lain.

* Pertama, apabila ditimpa musibah hendaknya kita membaca ’innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun’ (“Sessungguhnya kita milik Allah dan kepadaNyalah kita akan dikembalikan”). Allah Ta’ala berfirman,
“iaitu orang-orang yang jika ditimpa musibah mereka mengucapkan “innaalillaahi wa-innaa ilaihi raaji’un”.

Rasulullah bersabda,
“Tidaklah seorang hamba ditimpa musibah lalu beristirjaa’ niscaya Allah Ta’ala akan memberi ganjaran pada musibahnya dan akan menggantikannya dengan yang lebih baik darinya”. (HR.Muslim)

Ucapan istirja’ mengandung pengertian bahwa diri kita, keluarga dan harta benda adalah milik Allah Ta’ala. Ketika kita lahir, kita tidak memiliki apa-apa. Demikian pula sampai kita meninggal nanti kita tidak akan membawa apa-apa. Semua itu akan kita tinggalkan dan kita
tidak akan membawa sesuatu, kecuali amal shalih kita. Karena itu, persiapan diri adalah mutlak untuk menghadapi hari tersebut.

* Kedua, hendaknya kita yakin dengan takdir Allah Ta’ala baik dan buruknya. Ini penting, karena keyakinan dengan rukun iman yang keenam ini akan meringankan beban kita. Iman kepada takdir memberi kita semacam ‘kekebalan dini’ dengan kesadaran sedalam-dalamnya bahwa segala sesuatu yang telah, sedang dan akan terjadi itu telah tertulis di lauh al-mahfuzh. Dengan demikian, apapun yang menimpa kita tetap berada di dalam bingkai kesadaran, sehingga musibah akan terasa lebih ringan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam do’anya
yang terkenal, “…anugerahkanlah pada kami keyakinan yang menjadikan musibah terasa ringan…”. (HR. at-Tirmidzi dan al-Hakim).

Allah Ta’ala berfirman, artinya, “Tiada satu bencanapun yang menimpa di muka bumi dan tidak pula pada dirimu kecuali telah tertulis pada kitab sebelum kami menciptakannya. Sunggguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan agar kamu tidak terlalu gembira dengan apa yang diberikan Allah padamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri”. (QS. Al-Hadiid: 22-23)

Ketika ada hal-hal yang luput, mengalami penderitaan, menghadapi kesulitan, kita tidak terlalu bersedih hati dan menjadikan kita berprasangka buruk kepada Allah.

* Ketiga, hendaknya kita bersyukur karena musibah yang menimpa kita tidaklah lebih besar dari yang menimpa orang lain. Begitu banyak orang yang mendapatkan musibah jauh lebih mengenaskan daripada kita. Seberat apapun musibah dunia yang menimpa kita, yakinlah masih ada lagi yang lebih berat. Tidak sedikit orang yang sebenarnya terkena musibah tapi dia tidak menyadarinya, yakni’ tertimpa musibah dalam agamanya. Yang mengherankan adalah tidak sedikit orang terjatuh pada musibah agama (musibah diniyah), namun ia sedikitpun tidak merasa sedih. Terjatuh pada perzinahan, makan riba, membunuh jiwa yang tidak halal, pergi ke dukun atau tukang ramal dan membenarkannya adalah di antara musibah diniyah, bahkan yang terakhir bisa menggelincirkan pelakunya dari Islam..

Itulah sebabnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kita sebuah do’a agar kita tidak terjerumus musibah ini.
Dalam do’anya beliau bersabda, “Ya Allah jangan engkau jadikan musibah kami dalam agama kami”. (HR. Tirmidzi dan Hakim)

* Keempat, hendaknya kita sedapat mungkin tidak berkeluh kesah, menggerutu atas musibah yang melanda kita. Sebab itu semua tidak akan mengembalikan apa yang telah hilang. Berkeluh kesah juga menunjukkan seseorang tidak redha dengan takdir Allah Ta’ala. Bagi mereka yang menjaga shalatnya, menjaga kehormatannya, menunaikan zakat, beriman kepada Allah Ta’ala dan Hari Kemudian, maka tidak akan berkeluh kesah.

Mengeluh kepada manusia juga tidak tidak memberi banyak manfaat, karena bisa menodai kesabaran dan keridhaan. Para salafus solih jika mereka ditimpa musibah sekecil apapun, ia langsung mengeluhkannya kepada Allah. Bahkan di antara mereka ada yang mengeluh kepada Allah karena tali sendalnya putus. Kalau musibah mereka tergolong berat, seperti kematian anak, orang tua, kerabat dan lain-lain mereka berusaha menyembunyikannya dan tidak mengabarkannya kecuali untuk urusan memandikan, menshalatkan, dan menguburkannya.

* Kelima, kita harus yakin bahwa apa yang menimpa jika kita sabar dan redha, maka Allah Ta’ala pasti memberikan gantinya. Allah Ta’ala akan memberi kenikmatan, berkah, kelezatan, kebaikan yang berlipat ganda.

Bahkan musibah yang melanda akan menghapuskan dosa-dosa dan akan menyucikan jiwa-jiwa kita. Allah Ta’ala berfirman, artinya, “Mereka itulah yang akan mendapatkan shalawat dari Tuhannya, rahmat dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk” . (QS. al-Baqarah: 157).

Semoga kita menyikapi setiap bencana yang menimpa kita dengan baik dan benar. Sabar dan redha serta selalu bersyukur kepada Allah Ta’ala, insyaAllah kita akan mendapatkan kelezatan iman.
sihatceriacergas & the endaevour to achieve more...

perkhidmatan PEMASANGAN CCTV di SERDANG










sihatceriacergas & the endaevour to achieve more...

membekal PERALATAN ELEKTRONIK ( LCD TV ) di SERDANG


sihatceriacergas & the endaevour to achieve more...